Hari jumat kemarin (08/02), istriku sepertinya sangat lesu di pagi hari. Sebetulnya saya sudah melihat kelesuan itu sejak beberapa hari sebelumnya, itu sebabnya waktu istri saya memutuskan untuk segera menyapih Zalfa saya menyetujuinya, toh usianya sudah hampir 2 thn (20 bln).
Alhamdulillah meskipun sempat rewel tapi akhirnya Zalfa bisa benar-benar lepas dari ASI dan sebagai gantinya makannya jadi tambah lahap sementara konsumsi susu formula yg menjadi pendamping ASI sejak usianya menginjak 6 bln justru malah berkurang. Tak apalah, yg penting dia jadi gembul seperti abahnya, hehehe....
Nah, pas hari jumat itu sebelum berangkat kerja saya udah wanti-wanti kalo ada apa-apa segera telepon aja supaya saya bisa langsung pulang. Sampai di kantor sekitar jam 8.15 dan pekerjaan yg menumpuk segera menyita perhatian saya, sejenak terlupakan keadaan di rumah yg tadi pagi sempat bikin saya resah.
Sekitar jam 9, pas lagi puyeng-puyengnya ngeberesin hasil hitungan untuk tiang pancang, hp saya berdering. Sekilas saya lirik; "wah dari rumah nih" pikir saya.
"halo"
"halo, Yank.... ternyata positip..." istri saya teriak-teriak di ujung sana.
"apanya..?" saya sempat mengerutkan kening sebelum akhirnya istri saya menjelaskan :
"Lis iseng pake testpack yg kita beli dulu, ternyata garisnya ada dua. Lis positip hamil.."
"Alhamdulillah.... pantesan dari kemarin memble terus yak, kenapa kita gak curiga ya?"
"Iya, untung Zalfa udah disapih."
"Ya udah, ntar besok kita ke Dokter Ferry aja deh. Abah gak jadi deh besok ke Jakarta"
"Ke Pandeglang?" tanya istriku.
"Iya, jangan gendong-gendong Zalfa dulu yak. Kalo mau jalan agak jauh Zalfa-nya dinaikin sepeda aja."
"Iya deh, pulangnya jangan terlalu malem ya. I love you.."
"Oke, i love you too..."
Sejenak saya tertegun, semuanya seperti mimpi. Dimulai sejak kehamilan Zalfa setelah 7 tahun menunggu, lalu kelahirannya yg sempat membuat saya tegang dan kehadirannya di tengah keluarga besar yg membuat kebahagiaan kami semakin sempurna.
Terima kasih ya ALLAH, sepertinya kami tidak akan sanggup menghitung semua nikmat yang telah KAU berikan.
Dan hari sabtu kami pun meluncur ke Pandeglang, menginap di rumah keluarga istri. Sabtu sore sekitar jam 5 kami pergi ke klinik. Hasil pemeriksaan USG di klinik ternyata istri saya hamil 7 minggu, oleh dokter diberi vitamin dan diwanti-wanti oleh dokter agar tidak terlalu capek.
Alhamdulillah.... ungkapan rasa syukur kembali kami panjatkan. Semoga KAU senantiasa melindungi kami Ya ALLAH.....
amiinnnn....
Untuk pemeriksaan berikutnya mungkin kami tidak perlu lagi ke Pandeglang, karena dengan asuransi kesehatan yang baru dari kantor kami bisa memeriksakan kehamilan di Rumah Sakit terdekat tanpa dipungut biaya apapun.
Mohon doanya, semoga semuanya lancar-lancar saja yaaa....
note :untuk semua teman yang sedang menanti kehadiran momongan, saya ikut berdo'a untuk kalian. semoga kalian segera menyusul. amiiinn....menanti kehadiran si buah hati itu bikin gundah, apalagi sampe 7 tahun. huhuhuuu.... jangan sampe deh mengalami apa yg pernah kami alami dulu.dan sekedar pengingat buat teman-teman yg lain, jangan pernah menanyakan masalah kehadiran sang anak kepada orang-orang yg belum dikaruniai. percayalah, kadang pertanyaan itu akan menyakitkan atau menyinggung perasaan ybs. apalagi dengan nada prihatin.buat
Ria dan
Ferdi, mohon maaf ya kami tidak bisa datang ke acara kalian.