Blog EntryTrip to Tanjung Bara (part-2)Nov 28, '06 11:29 PM
for everyone

Menyambung postingan sebelumnya.

Jam 12.00 pesawat Casa 212 milik Airfast take off dari Bandara Sepinggan menuju Tanjung Bara. Perjalanan udara ini ditempuh sekitar 1 jam. Arus angin yang kencang membuat pesawat beberapa kali oleng, wow.. benar-benar pengalaman yang menegangkan.

Waktu saya ke Tanjung Bara sebelumnya (site inspection pertama), cuacanya sangat baik. Mungkin karena waktu itu (agustus) belum masuk musim hujan. Di atas hutan Kalimantan yang lebat saya sempat melihat beberapa titik api yang ditandai oleh munculnya asap, meskipun tidak terlalu tebal. Mungkin masih ada beberapa orang yang membersihkan lahan dengan cara membakar lahan.

Nah, pas sedang asik melihat asap tiba-tiba pesawat oleng dan mesin pesawat terdengar menderu sangat keras. Hwadhuh… mulut saya langsung komat-kamit baca doa. Alamaaakkk….. asli saya ketakutan..

Tempat duduk saya yang berada di barisan kedua membuat saya bisa melihat ke kokpit pesawat karena pada pesawat Casa ruang kokpitnya tidak dilengkapi pintu. Saya lihat pilot sedang berusaha mengendalikan pesawat dan beberapa kali dia memberi perintah kepada ko-pilot melalui headset yang mereka pakai. Saya tidak mendengar dengan jelas karena saya memakai ear plug dan suara mesin yang menderu sangat keras.
Sekitar 10 menit kemudian laju pesawat kembali normal dan semua penumpang kelihatannya sudah mulai tenang. Pilot dan ko-pilotnya terlihat tersenyum lega. Alhamdulillah….. batin saya dalam hati….

Eh, menjelang mendarat peristiwa serupa kembali terjadi. Mungkin karena angin yang berubah arah membuat pesawat seperti terangkat tiba-tiba. Sepertinya pilot memegang kemudi sangat keras waktu berusaha mendaratkan pesawat, tapi saya lihat mimik mukanya sangat tenang.
Akhirnya meskipun oleng kiri oleng kanan pesawat Casa itu berhasil juga mendarat di Bandara Tanjung Bara, Sangatta. Kondisi landasan yang bergelombang membuat pesawat mendarat dengan sedikit “bumpy”.

Saat turun dari pesawat Matt melirik saya dan berkata : We will fix this airport, I hope next time when we leave this place the airport will have a new surface. A very smooth surface…
Saya cuma tersenyum dan berkata : Yes, I hope so Matt… and tonight we will start it, right?

Ya, bandara inilah yang akan kami perbaiki kondisinya supaya pesawat bisa mendarat dengan mulus.


reipras94 wrote on Nov 28, '06
Alhamdulillah...selamat yah boss.....
agusdidin wrote on Nov 29, '06
Alhamdulillah...selamat yah boss.....
iya, alhamdulillah...
asli aku ketakutan, mana goyangnya kuenceng bangettt....
*mau makan siang duluuuwwww*
azmeel wrote on Nov 29, '06
saat pesawat sedang oleng gt, apa yg sempat terlintas di benakmu mas?
reipras94 wrote on Nov 29, '06
saat pesawat sedang oleng gt, apa yg sempat terlintas di benakmu mas?
======================================================
azmeel baca jurnal ini deh.....
agusdidin wrote on Nov 29, '06
azmeel said
saat pesawat sedang oleng gt, apa yg sempat terlintas di benakmu mas?
kematian dan taubat...
hiks... dua hal itu membuat aku mengucap istigfar dan do'a... :(
dan yang paling kebayang wajah dua malaikatku di rumah : istri dan anakku
lintangkecil wrote on Dec 5, '06
mas..alhamdulilah selamat ya.... :)
agusdidin wrote on Dec 5, '06
mas..alhamdulilah selamat ya.... :)
iya, saya takut banget.
apalagi sebelumnya ada pesawat twin otter yang jatuh di hutan Papua... : )
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help