
copy-paste dari link di atas :
Safina tengah menderita sakit gangguan ginjal. Nama penyakitnya asidosis tubulus renalis. Yakni kegagalan ginjal untuk membuang asam sisa metabolisme ke urin, sehingga terakumulasi di darah. Darahnya menjadi asam.
Untuk menetralisasi keasamannya itu diberikan tablet natrium bikarbonat delapan kali sehari, diberikan per tiga jam.
Safina juga menderita alergi susu sapi dan delayed development. Karenanya dia harus diberi susu khusus, namanya Pepti Junior. Impor dari Belanda. Tapi karena susunya tak enak, dia tak mau minum.
Supaya susu dan natrium bikarbonat bisa masuk sesuai dosisnya, terpaksa cairan itu dimasukkan melalui sonde/selang NGT yang masuk melalui lubang hidungnya.
Note :sedih banget ngelihatnya, mohon bantuan rekan MPers yang berdomisili di Eropa terutama di Belanda. Susu
Pepti Junior yang sangat dibutuhkan oleh Safina sekarang sudah tidak diimpor lagi oleh Nutricia dari Belanda.
copy-paste (lagi) dari reply-an Bang Syaiful (ayah Safina) :
Sekedar info, susu Pepti Junior diproduksi oleh pabrik Nutricia di Belanda, kemudian diimpor oleh Nutricia Indonesia. Mungkin sejak empat tahun lalu. Menariknya, meski di negeri asalnya harga jualnya 30 Euro (hampir Rp 300 ribu), tapi di Indonesia dijual sekitar Rp 125 ribu saja sekalengnya (mula-mula saya beli dua thn yll sekitar Rp 85 ribu sekalengnya). Berarti kan Nutricia Indonesia justru mensubsidi sekitar Rp 175 ribu per kalengnya ya. Harusnya kan pemerintah RI yang mensubsidinya ya.
Nah, belakangan Nutricia Indonesia menghentikan impornya. Mungkin karena gak sanggup mensubsidinya lagi.
Akibat penghentian impor itu, sekarang ini saya pontang-panting cari di berbagai apotik yang masih punya stok.Semoga rekan-rekan dapat membantu sebisanya.
Terima kasih,
- Didin -