Agus' posts with tag: i'tiraf

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag i'tiraf
Blog Entrybatu kecilJun 5, '08 9:56 PM
for everyone
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.


Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali.


Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu.


Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.


Allah SWT kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Allah melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-NYA (kadang malah melupakan-NYA, na'udzubillah).


Karena itu, agar kita selalu mengingat kepada-NYA, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.


Semoga kita senantiasa mendapat limpahan rahmat dan perlindungan-NYA.


ket : dapet dari e-mail



Selamat hari Jumat, kawan...



Blog Entrypetani dan kerbaunya (renungan jum'at)Jul 19, '07 11:15 PM
for everyone
seorang petani dan kerbaunya sedang bekerja di sawah, mereka sedang membajak lahan sawah milik sang petani. si petani diberi kelebihan oleh ALLAH SWT untuk dapat bercakap-cakap dengan kerbaunya.

menjelang tengah hari pekerjaan mereka hampir selesai, tinggal seperempat luas lahan lagi yg harus dibajak. karena matahari sudah berada diatas kepala petani mengajak kerbaunya beristirahat ke tepi sawah.


setelah meminum air langsung dari mulut kendi sang petani bertanya kepada kerbaunya :
"kamu capek ya Bo..?"

"iya Pak Tani, capek sekali" jawab kerbaunya.
"sama dengan saya" kata petani sambil mengipas-ngipaskan topinya, mencoba mengusir gerah.

lama mereka terdiam membisu ketika kemudian samar-samar terdengar suara adzan dzuhur.


"suara apa itu Pak Tani..?" tanya si kerbau.

"oohh... itu suara adzan, Bo." jawab petani.
"untuk apa suara adzan itu.." tanya si kerbau masih penasaran.
"adzan itu memanggil orang supaya shalat." kata petani menjelaskan.
"Pak Tani enggak shalat..?" tanya si kerbau lagi.
"enggak.." jawab petani dengan ringan.
"sama dengan saya." kata si kerbau kalem.

==== oooOOOooo ====


note :
ini cerita lama yg pernah diceritakan Alm. Paman saya.
semoga beliau mendapat tempat yg mulia disisi-NYA.
amiiinnnn....






Blog Entrydo'aApr 20, '07 3:32 AM
for everyone
Ibrahim bin Adham ditanya tentang firman Allah Ta'ala,
"Berdoalah kepada Ku niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian " (Qs.Ghafir:60)

Mereka mengatakan, "Kami telah berdoa kepada Nya, namun belum juga dikabulkan." Lalu beliau menjawab, "Karena hati mu telah mati dengan sebab 10 perkara yaitu :

1. Kamu telah mengenal Allah, tetapi kamu tidak mau menunaikan hak-hakNya

2. Kamu telah membaca kitab Allah, tetapi kamu tidak mengamalkannya

3. Kamu mengatakann bermusuhan dengan setan, tetapi kenyataannya kamu setia dengan nya

4. Kamu mengaku cinta Rosulullah, tetapi kamu meninggalkan sunnah-sunnahnya

5. Kamu mengaku cinta surga, namun kamu tidak melakukan amalan-amalan ahli surga

6. Kamu mengaku takut neraka, tetapi kamu tidak mau meninggalkan perbuatan dosa

7. Kamu mengatakan bahwa kematian itu adalah benar adanya, tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk kematian itu

8. Kamu sibuk mencari aib orang lain, sedang aib mu sendiri tidak
kamu perhatikan

9. Kamu telah makan dari rizki-Nya, namun kamu tidak pernah
bersyukur kepada-Nya

10. Kamu sering mengubur orang mati, tetapi kamu tidak pernah
mengambil pelajaran dari nya."



hiks....



sumber : dari e-mail




Blog Entrydua ekor singaMar 16, '07 4:18 AM
for everyone
Suatu sore di tengah telaga, terlihat dua orang yang sedang memancing. Tampaknya, ada ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, keduanya sibuk mengatur joran dan umpan.  Air telaga bergoyang perlahan, membentuk riak riak air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan.
 
Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah percakapan.
"Ayah."
"Hmm..ya.." Sang ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur. 
"Beberapa malam ini," ucap sang anak, "aku bermimpi aneh. Dalam mimpiku, ada dua ekor singa yang tampak sedang berkelahi dalam hatiku. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk mencakar dan menggeram, seperti saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin salingmenjatuhkan."
 
Anak muda ini terdiam sesaat. Lalu, mulai melanjutkan cerita, "singa yang pertama, terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya keras, tapi terdengar menenangkan buatku."
 
Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan. "Tapi, Ayah, singa yang satu lagi tampak menakutkan buatku. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari. Punggungnya pun kotor, dan bulu yang koyak. Suaranya parau dan menyakitkan.
 
"Aku bingung, apakah maksud dari mimpi ini. Apakah singa-singa itu adalah gambaran dari sifat-sifat baik dan buruk yang aku punya? Lalu, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?"
 
Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda gagah di depannya. Sambil tersenyum, ayah berkata, "pemenangnya adalah, yang paling sering kamu beri makan."
 
Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian telaga.
 
* * * * *
 
Teman, begitulah. Setiap diri kita, punya dua ekor "singa" yang selalu bersaing. Keduanya, memang selalu saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi yang lainnya.  Pertarungan diantara mereka, tak pernah tuntas, karena bisa jadi sering terjadi pergantian pemenang bagi keduanya. Kalah-menang, dalam persaingan macam ini, layaknya mata koin yang selalu berganti-ganti. Dan kita sering dibuat bingung, sebab kedua kekuatan baik-buruk ini terlihat sama kuatnya.Tapi, siapakah pemenangnya saat ini dalam diri Anda?Singa yang kokoh, dengan bulu-bulu yang teratur, dan gerakan yang mantap serta pasti, ataukah singa yang sibuk menerjang kesana kemari, dengan bulu-bulu yang koyak, dan seringai yang menakutkan? Lalu, singa macam apa yang kini sedang menguasai Anda, "singa" yang optimis, pantang menyerah, tekun, sabar, damai, rendah hati, dan toleran, ataukah "singa" yang pesimis, tertekan, mudah menyerah, sombong dan penuh dengki?
 
Saya percaya, kita sendirilah yang menentukan kemenangan bagi kedua singa-singa itu. Jika kita sering memberi "makan" pada singa yang damai tadi, maka imbalan kebaikanlah yang akan kita dapatkan. Jika kita terbiasa untuk memupuk optimis dan pantang menyerah, maka "singa" keberhasilan lah yang akan kita peroleh. Namun sebaliknya, jika setiap saat kita memendam marah, menebar prasangka dan dengki, bersikap tak sabar dan mudah menyerah, maka, akan jelaslah "singa" macam apa yang jadi pemenangnya.
 
Biarkan "singa-singa" penuh semangat hadir dalam jiwa Anda. Rawatlah singa-singa itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya. Perkuat punggung optimisnya, dan pertajam selalu kuku-kuku kesabaran miliknya. Biarkan singa ini yang jadi pemenang.
 
Namun, jangan biarkan "singa-singa" pemarah menguasai pikiran Anda. Jangan pernah berikan kesempatan bagi kedengkian itu untuk membesar, dan menjadi penghalang keberhasilan. Jangan biarkan rasa pesimis, jiwa yang gundah, tak sabar dan rendah diri menjadi pemimpin bagi Anda.
 
Saya percaya, imbalan yang kita peroleh, adalah gambaran dari apa yang kita berikan hari ini. Lalu, singa mana yang akan Anda beri makan hari ini?

=====ooooOOOOoooo=====


Sumber : dari e-mail

Happy long weekend semuanyaaa.…...




 

Blog Entry6 pertanyaan dan jawabannyaMar 9, '07 2:26 AM
for everyone
Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau  bertanya beberapa hal.

Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar.

Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati".

Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua.
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar.

Tapi yang paling jauh adalah "MASA LALU."

Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga.
"Apa yang paling besar di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu"
(QS. Al-a'araf: 179).

Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah.
Semua jawaban kalian benar, kata Imam Ghozali.

Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH"
(QS. Al Ahzab 72).

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan.
Semua itu benar kata Imam al-Ghazali.

Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan SHALAT"

Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.

Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali.

Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA".

Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

=====oooOOOooo=====


Dapet dari e-mail juga koq, bukan tulisan saya.

Saya ini masih cetek pemikirannya, blom bisa bikin tulisan-tulisan yang bagus. Yah paling2 hanya bisa mengutip sekedar menyebarkan kebajikan. "Fastabaqul khoirot" kalo kata kyai mah, katanya sih artinya berlomba-lomba dalam kebajikan.

Oke, anyway by the way busway....
selamat hari jum'at semuanya, have a nice weekend yak...





Blog Entrykerja itu cuma selinganMar 2, '07 2:39 AM
for everyone
Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.

Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an (wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.

Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. "Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua." cerita Pak Azis."Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja."

Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak Azis tetap merasa gelisah, stres & selalu tidak tenang. "Seperti orang patah hati, Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah."cerita Pak Azis lagi.

Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stres. Padahal, sebelum kejadian angin puting-beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena punya penghasilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut, beliau bertanya dalam hati : “apa sih yang kurang, apa salahku…?”

Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam "Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini, sudah pernah saya inapi." Setahun lebih cara tersebut ia jalani. “sampai kemudian akhirnya saya bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan keseharian seperti sediakala. Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya." tambahnya.

"Lebih tenang ? Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu ?" tanya saya

"Di masjid itu 'kan tidak sekedar tidur, Ndra. Kalau ada shalat malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dan tahajjud. Karena terbiasa, tahajjud juga jadi terasa enak. Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang lima itu jadi kurang enaknya, kalau saya lalaikan. Begitu, Ndra" katanya.

"Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong shalat-nya, Pak Azis ?" tanya saya sambil tersenyum.

"Alhamdulillah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama itu adalah shalat. Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan aja," ujarnya.

"Selingan ?" tanya saya bingung.

"Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban shalat, Ndra…" tambahnya lagi.

Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah Pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun sudah pada pergi ke samping rumah, menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel, sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya : "Kerja itu cuma selingan, Ndra. Untuk menunggu waktu shalat..."

Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat, cuma selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. Padahal sholat yang akan bantu kita nantinya...(sungguh saya orang yang merugi..)

Kadang-kadang waktu shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum selesai, atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri.
Itulah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebih semangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat nanti.

Padahal dunia ini akan saya tinggalkan..juga ..........kenapa saya begitu bodoh..

Saya lupa, bahwa shalat adalah yang utama.
Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu....

====oooOOOooo====


Dapet dari e-mail, mudah-mudahan ada manfaatnya buat kita semua.
Selamat hari jum'at, have a nice weekend.




Blog Entrydoa dan bungkusan yang ruwetFeb 23, '07 2:27 AM
for everyone
Malam Jum'at di Masjid Rungkut Jaya. Suatu kali.

Beberapa ayat telah dikupas dari berbagai tafsir: Jalalain, Al-Mishbah, Al-Azhar, Adz-Dzikra, Fii Dzilalil Qur'an, dan beberapa tafsir berbahasa Jawa dan Inggris.

"Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak," kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan.

"Apa itu, Bu Kus?" tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz.

"Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami."

"Doa yang bagus, dong," sergah Pak Ustadz, "lalu apa yang terjadi?"

"Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik."

"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"

"Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Pak."

"Maksudnya gimana?"

"Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Pak. Doa yang lain."

"Apa itu?"

"Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami."

"Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?"

"Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bisa bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya."

"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"

"Ya, sih, Pak."

"Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?"

"Bukan pertanyaan, Pak."

"Lalu apa?"

"Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk berdoa. Gimana ini?"

====oooOOOooo====

"Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?" Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya.

"Tidak!" lanjut Neno. "Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka.

Pertanyaannya adalah: "mengapa?"

"Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya."

Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap.

Allah tidak tidur.
Allah mahamengetahui.
Allah mahamendengar.
Dia maharahman dan rahim.

Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka baik pada setiap pemberian-Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.

======== oooo OOO oooo ========

artikel diatas dari : eramuslim.com, tanggal 29 Jun 06

sekedar berbagi di hari Jum'at... raja segala hari kalo kata Mas Eko.
have a nice weekend semuanyaaa...







Blog Entryhari ini usia bertambahJan 3, '07 9:45 PM
for everyone
setiap kali tahun berganti setiap kali pula saya merenung...

rasanya usia terus bertambah dan jatah hidup saya di dunia menjadi berkurang. jatah kebersamaan saya dengan orang-orang terkasih juga berkurang. lalu teringat akan dosa-dosa saya dan saya menangis di atas sajadah...


betapa amal-amal saya masih sedikit. sementara usia terus bertambah, tenaga akan semakin berkurang, ingatan perlahan akan ikut berkurang, uban semakin bertambah (hiks..., makanya hairstyle selalu botak).


tadi malam selepas tengah malam seusai menangis di atas sajadah, saya menatap wajah orang-orang terkasih saya dan airmata ini semakin deras mengalir. kita tidak tahu apakah hari esok itu masih ada untuk kita ataukah mungkin kita tertidur dan tidak akan terbangun lagi.


bahkan mungkin helaan nafas ini adalah helaan nafas yang terakhir.... kita tak pernah tahu....

ampuni dosa-dosa hamba ya ALLAH...






Thanks to :
1. Allah SWT, atas panjang umur dan berkah-NYA
2. Istriku, yang membangunkanku pagi ini dgn kecupan dan ucapan selamat ultah.
3. Lia, yang pagi-pagi kirim sms.
4. Azmil, yang juga kirim sms.
5. Chepy dan Teh Ari yang kirim ucapan lewat PM.
6. Santie dan Ria yang ngucapin selamat lewat YM.
7. Yani, yang udah ngeracunin gue untuk ngeMPie, juga kirim ucapan lewat PM.
8. All MPers untuk pertemanan yang indah, thanks all...




Blog Entryrenungan jumatDec 15, '06 2:46 AM
for everyone
Tuhanku, jika sujudku karena takut akan neraka-MU,
maka bakarlah aku dalam api-MU.
Dan jika aku beribadah hanya karena mengharap surga-MU,
maka tutuplah rapat-rapat pintu surga-MU.

Tapi jika ibadahku hanya karena mencari ridha-MU,
hanya karena Engkau ya Allah,
maka janganlah KAU tutupi keindahan-MU....

(Rabiah al-Adawiyah)



*ps :
saya selalu saja terpesona
setiap kali membaca bait-bait
puisi karya sufi yang satu ini






Blog Entrymet lebaran yaaaa......Oct 19, '06 10:22 PM
for everyone

Untuk semua salah dan khilaf yang pernah saya lakukan

baik disengaja maupun tidak disengaja
mohon kiranya kemurahan hati sahabat semua untuk memafkannya....

Selamat Idul Fitri 1427 H

Minal Aidin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin








Blog EntrymengungsiOct 1, '06 11:17 PM
for everyone

Penting gitu, teriak-teriak jam 02.00 dini hari buat ngebangunin sahur pake speaker TOA di musholla?

Wajib ya keliling komplek bawa-bawa bedug sama kaleng rombeng pake gerobak buat bangunin sahur?
Emangnya harus ya kalo ngaji atau tadarusan itu pake speaker TOA?
Hingga anakku terganggu tidurnya dan menangis terus.
Apakah ALLAH SWT tak akan mendengar kalo ngaji gak pake speaker TOA?

Ini bulan Ramadhan, harusnya kita memburu pahala. Aku paham itu.
Tapi bukan berarti harus mengganggu yang lain khan?


Apalagi mengganggu kami yang rumahnya kebetulan di depan musholla dan punya bayi berumur 5 bulan.


Sampai-sampai bulan Ramadhan ini kami mengungsi, mengontrak rumah sampai bulan puasa ini berakhir. Agar bersih hati ini tetap terjaga, agar kata-kata kotor tak terucap pada orang yang mengagungkan nama-MU.


Beri kami kesabaran Ya ALLAH.......

Ampuni kami Ya ALLAH....






Blog Entryperingatan dari Yang Maha Tahu...Jul 19, '06 2:16 AM
for everyone

Susul menyusul bencana alam melanda Indonesia. Suatu kebetulan, kejadian demi kejadian tersebut terjdi pada saat Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono tengah menjabat sebagai Presiden RI. Tentu melelahkan, tapi mungkin bapak SBY paling beruntung, sebab selain diuji oleh intrik-intrik dari lawan politik, kepemimpinan beliau diuji langsung oleh Allah.

Bila SBY adalah orang yang beruntung, sebenarnya begitu juga rakyatnya. Sebagai kelompok yang tentu lebih banyak menanggung dampak kepemimpinan dan kepedihan dari suatu bencana- akibat takdir atau karena seseorang atau sekelompok orang yang “pandir”-, rakyat pun seharusnya bisa menangguk hikmah dan ikut belajar dari peristiwa yang susul-menyusul ini. Setidaknya, rakyat mampu mengekang diri untuk tidak sembrono dalam perilaku; sesuatu yang sering tak mudah bagi orang-orang “atas” dan “berada”.

***

Ketika gempa dan tsunami kembali terjadi hari senin (17/7) lalu, tentu banyak yang bertanya : alamat apakah ini ?

Di kali pertama (tsunami Aceh) kita menebak : ah, sekadar ujian; di kali kedua (gempa Yogya) kita mengira : sedang dicoba ; dan di kali ketiga ini akhirnya kita curiga : di balik sesuatu yang susul-menyusul tentu ada sesuatu yang bukan kebetulan. Tanpa buruk sangka, tapi meyakini ketentuan Allah tak secuilpun mengandung sia-sia dan segala kehendak-Nya pasti adil dan baik.

Apa saja yang hilang dari kemanusiaan kita, sehingga bencana begitu buruk mesti ditimpakan, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa manusia sangat lemah ? Sesuatu yang lemah tentu tak akan sanggup menerima beban berat. Lalu mengapa beban berat itu ditimpakan kepada yang lemah, dari Yang Maha Kuat dan Maha Mengetahui ?

Masing-masing punya jawabnya di dalam hati. Tapi meski punya jawab sendiri, tidak selalu setiap manusia menyadari kebodohan, bahkan yang sadar pun belum tentu mengupayakan perbaikan. Apalagi, disaat proses perbaikan itu memerlukan kesabaran, dicoba dengan berbagai rintangan. Mereka yang sadar kemudian hanya berbisik dan mengangguk pada hati, sementara indera dibiarkan mengikuti kehendak tubuh. Betapa tersiksanya orang yang tahu kebenaran, namun masih mengingkari dirinya sendiri. Kita tahu diri lemah, tapi kerap berlagak kuat. Kita tahu diri bodoh, tapi sering berlagak pintar.

Sifat kita yang demikian pun sering membuat kita mendzhalimi alam dan sesama. Kita lalaikan alam, kita acuhkan manusia, sampai akhirnya kita mengakui- meski lagi-lagi hanya dalam hati- bahwa kelalaian itu mengganyang ketenteraman sendiri, membunuh kemanusiaan kita.

Saat kemanusiaan itu "mati", tentu adil bukan jika Sang Pemilik mengupayakan “kelahiran” kembali dengan salah satu cara-Nya : menimpakan bencana ?

Sayang. Berkali-kali bencana terjadi, namun kemanusiaan kita, bangsa Indonesia, tak kunjung pulih juga. Pasca bencana masih ada orang berani menjarah di antara puing, menjadikan proses pemulihan tak ubahnya sekadar proyek, hingga mencederai recovery tersebut dengan berbuat korupsi. Bencana pun diperlakukan hanya sebagai selingan di antara bersenang-senang oleh : sebagian yang masih hidup, mereka yang jauh dari tempat peristiwa.

Bila begitu, tampaknya pantas bila beban itu kemudian ditimpakan kepada yang lemah, dari Yang Maha Kuat dan Maha Mengetahui.

Bukankah yang lemah tapi pongah, butuh peringatan dari Yang Maha Tahu -meski dengan susul-menyusul peristiwa dan berkali-kali- supaya mereka mawas diri ?

Ah, seandainya kita mampu menangkap “pesan langit”, bahwasanya ini semua adalah - meminjam judul lagu Abah Iwan, penyanyi balada dan sesepuh Wanadri- nasihat buat orang yang lupa. (aea)





catatan :
saya jadi ingat Yani, dia pernah mengatakan bahwa saat ini
menjadi Presiden RI adalah pekerjaan paling sial sedunia.





Blog EntrySyukurkuDec 23, '05 2:01 AM
for everyone
Setiap kedip mataku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang melihat, tetapi buta.

Setiap tarikan napasku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.

Setiap suara yang kudengar Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.

Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang merasa, tetapi kebal.

Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang hidup, tetapi mati.

Akhirnya Ya Allah,
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help