| |
Agus' posts with tag: tanjung bara
|  | Hasil jepretan iseng waktu di proyek. Lokasi Proyek : Tanjung Bara Airport, Sangatta - Kutai Timur |
|  | Kopdaran dengan Mas Eko, Ria dan Ferdi di Bandara Sepinggan Balikpapan. Thanks buat Ria dan Ferdi untuk traktiran makannya. |
 Menyambung postingan sebelumnya.
Jam 12.00 pesawat Casa 212 milik Airfast take off dari Bandara Sepinggan menuju Tanjung Bara. Perjalanan udara ini ditempuh sekitar 1 jam. Arus angin yang kencang membuat pesawat beberapa kali oleng, wow.. benar-benar pengalaman yang menegangkan.
Waktu saya ke Tanjung Bara sebelumnya (site inspection pertama), cuacanya sangat baik. Mungkin karena waktu itu (agustus) belum masuk musim hujan. Di atas hutan Kalimantan yang lebat saya sempat melihat beberapa titik api yang ditandai oleh munculnya asap, meskipun tidak terlalu tebal. Mungkin masih ada beberapa orang yang membersihkan lahan dengan cara membakar lahan.
Nah, pas sedang asik melihat asap tiba-tiba pesawat oleng dan mesin pesawat terdengar menderu sangat keras. Hwadhuh… mulut saya langsung komat-kamit baca doa. Alamaaakkk….. asli saya ketakutan..
Tempat duduk saya yang berada di barisan kedua membuat saya bisa melihat ke kokpit pesawat karena pada pesawat Casa ruang kokpitnya tidak dilengkapi pintu. Saya lihat pilot sedang berusaha mengendalikan pesawat dan beberapa kali dia memberi perintah kepada ko-pilot melalui headset yang mereka pakai. Saya tidak mendengar dengan jelas karena saya memakai ear plug dan suara mesin yang menderu sangat keras. Sekitar 10 menit kemudian laju pesawat kembali normal dan semua penumpang kelihatannya sudah mulai tenang. Pilot dan ko-pilotnya terlihat tersenyum lega. Alhamdulillah….. batin saya dalam hati….
Eh, menjelang mendarat peristiwa serupa kembali terjadi. Mungkin karena angin yang berubah arah membuat pesawat seperti terangkat tiba-tiba. Sepertinya pilot memegang kemudi sangat keras waktu berusaha mendaratkan pesawat, tapi saya lihat mimik mukanya sangat tenang. Akhirnya meskipun oleng kiri oleng kanan pesawat Casa itu berhasil juga mendarat di Bandara Tanjung Bara, Sangatta. Kondisi landasan yang bergelombang membuat pesawat mendarat dengan sedikit “bumpy”.
Saat turun dari pesawat Matt melirik saya dan berkata : We will fix this airport, I hope next time when we leave this place the airport will have a new surface. A very smooth surface… Saya cuma tersenyum dan berkata : Yes, I hope so Matt… and tonight we will start it, right?
Ya, bandara inilah yang akan kami perbaiki kondisinya supaya pesawat bisa mendarat dengan mulus.

 Perjalanan ke Tanjung Bara kali ini diwarnai dengan kopdarnya saya dengan sahabat MPers yang selama ini hanya "ketemu" di MP dan YM. Here the story :
Saya sampai di Bandara Soekarno-Hatta jam 05.00, setelah check in di counter Garuda saya masuk ke ruang tunggu. Sekitar jam 05.50, Mas Eko sms kalo dia udah ada di terminal 1A, ngajak ketemuan di Balikpapan. Tepat jam 06.00 saya masuk pesawat dan jam 06.20 pesawat take off.
Jam 09.20 WITA saya sampai di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Sms-an sama Ria dan Mas Eko. Gak lama kemudian Mas Eko malah menelpon saya, katanya lagi ada di toilet nungguin temannya. Akhirnya ketemu juga sama Bapak yang satu itu. Kita gak sempat bicara banyak soalnya dia harus melanjutkan perjalanan bareng temen-temennya.
Sekitar jam 10 Ria datang bareng Ferdi dan kita ketemu di depan counter keberangkatan. Tadinya saya mau sekalian check in dulu untuk penerbangan ke Sangatta. Ria dan Ferdi ngajak kami (saya dan Pak Syachrial) untuk makan mantau dan daging menjangan di Café Blue Sky yang ada di lantai atas Bandara Sepinggan. Wah, makanannya enak banget (thank’s Ria & Ferdi). Cuma karena saya sudah makan di pesawat jadinya ruang yang tersedia di rongga perut cuma sedikit… ;p Ferdi kelihatan sekali belum makan, hihihihi… makannya banyak banget….. :D
Akhirnya sekitar jam 11 kita berpisah karena saya jam 11.45 sudah harus check in ke counter Airfast. Pembicaraan terakhir katanya Ferdi akan pindah ke Jakarta dan berkantor di sekitar Senayan. Di counter Airfast saya ketemu dengan Matt yang datang dengan pesawat Silk Air dari Singapore.
Makasih banyak untuk Ria dan Ferdi yang sudah menyempatkan untuk bertemu dengan saya dan sudah menjamu kami. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi di lain waktu dan saya bisa gantian menjamu kalian.
| | |
|
|